Instrumen Gambang Kromong


Satu set ansambel Gambang Kromong terdiri dari deretan alat musik tradisional yang masing-masing memiliki peran teknis tersendiri. Gambang Kromong  memakai tangga nada Pentatonis (5 nada) khas Tionghoa, yang disebut juga dengan istilah Salendro Cina atau Mandalungan.

Alat pemukul atau tabuh dimainkan menggunakan dua buah tabuh di tangan kanan dan kiri. Gagang tabuh terbuat dari kayu dan tanduk kerbau yang lentur, dengan ujung pemukul berbentuk bulat berlapis kain atau karet. Teknik memukul gambang membutuhkan kombinasi dua teknik utama. Pertama yaitu teknik Gembyang, sebuah teknik memukul dua bilah nada yang sama secara bersamaan pada oktaf yang berbeda. Yang kedua yaitu Pipilan, teknik memukul bilah nada secara bergantian satu per satu menggunakan tangan kanan dan kiri untuk menciptakan alur melodi.


Gambang Besi
Varian modern dari gambang yang mulai diintegrasikan ke dalam orkes Gambang Kromong untuk memperkaya variasi warna suara. Terbuat dari bilah-bilah logam besi. Menghasilkan bunyi nada yang lebih terang, tajam, dan memiliki resonansi panjang.

Gambar Gambang Besi Virtual Bilah 1 (Rendah) Bilah 2 Bilah 3 Bilah 4 Bilah 5 Bilah 6 Bilah 7 Bilah 8 Bilah 9 Bilah 10 Bilah 11 Bilah 12 Bilah 13 Bilah 14 Bilah 15 Bilah 16 (Tinggi)

Klik / sentuh bilah Gambang Besi agar mengeluarkan bunyi

Gambang Kayu Virtual Bilah 1 Bilah 2 Bilah 3 Bilah 4 Bilah 5 Bilah 6 Bilah 7 Bilah 8 Bilah 9 Bilah 10 Bilah 11 Bilah 12 Bilah 13 Bilah 14 Bilah 15 Bilah 16 Bilah 17
Klik / sentuh bilah Gambang Kayu agar mengeluarkan bunyi

Gambang Kayu
Selain Gambang Besi, ada juga Gambang Kayu, alat musik pukul yang umumnya terdiri atas banyak bilah kayu khusus yang disusun di atas sebuah kotak resonansi berbentuk mirip perahu. Bilah kayunya berkualitas tinggi (seperti kayu nangka). Menghasilkan bunyi nada kering namun hangat dan ritmis.

Pemukul Gambang Besi & Kecrek

Pemukul Gambang Besi

Menggunakan bahan dasar kayu dan tanduk kerbau. Pemukul ini digunakan untuk menghasilkan bunyi pada Gambang Besi melalui benturan bagian pemukul dengan instrumen.

Pemukul Gambang Kayu

Pemukul Gambang Kayu

Bahan dasarnya kayu / rotan, dengan bagian kepala menggunakan karet sebagai pelapis. Penelitian organologi gambang produksi Totong di Rawa Kucing, Tangerang, menjelaskan penggunaan rotan pada gagang, kayu karet pada kepala, serta lapisan karet pada bagian pemukul.

Pemukul Kromong

Pemukul Kromong

Bahan dasarnya kayu, dengan bagian kepala diberi pelapis / anyaman agar menghasilkan karakter bunyi yang sesuai saat memukul Kromong.

Peraga Virtual Kromong Betawi Kromong Atas 1 Kromong Atas 2 Kromong Atas 3 Kromong Atas 4 Kromong Atas 5 Kromong Bawah 1 Kromong Bawah 2 Kromong Bawah 3 Kromong Bawah 4 Kromong Bawah 5
Klik / sentuh pencon logam Kromong agar mengeluarkan bunyi

Kromong
Deretan sepuluh pencon logam kecil dari perunggu yang diwarisi dari tradisi gamelan Jawa dan Tionghoa sejak abad ke-19 di Batavia. Ditempatkan di rak kayu berukir yang disebut rancakan. Menghasilkan bunyi nada pentatonis (slendro/pelog) yang melodius dan ritmis sebagai kerangka lagu.

Peraga Virtual Kecrek Betawi Bilah Kecrek Atas Bilah Kecrek Tengah Bilah Kecrek Bawah
Klik / sentuh bilah besi Kecrek agar mengeluarkan bunyi

Kecrek
Instrumen perkusi pukul tradisional khas Gambang Kromong yang lahir dari akulturasi seni lokal dan peranakan Tionghoa. Terbuat dari lempengan logam tipis bertumpuk di atas bilah kayu. Menghasilkan bunyi nada tinggi, nyaring, dan tajam sebagai penjaga tempo.

Peraga Virtual Gendang Betawi Gendang Kiri Atas Gendang Kiri Bawah Gendang Tengah Kiri Gendang Tengah Kanan Gendang Kanan Kiri Gendang Kanan Kanan
Klik / sentuh kulit Gendang agar mengeluarkan bunyi

Gendang
Gendang atau Kendang tradisional Nusantara dua muka kulit yang berfungsi sebagai pengatur dinamika dan tempo permainan orkes. Terbuat dari kayu nangka dan kulit hewan (sapi/kambing). Menghasilkan bunyi nada rendah (dung) dan tinggi (tak).

Peraga Virtual Kempul Betawi Kempul Atas Kiri Kempul Atas Tengah Kempul Atas Kanan Kempul Bawah Kiri Kempul Bawah Tengah Kempul Bawah Kanan
Klik / sentuh logam Kempul agar mengeluarkan bunyi

Kempul
Gong gantung berukuran sedang yang diadopsi dari gamelan Jawa untuk mempertegas aksen musikal Betawi klasik. Dibuat dari logam perunggu atau kuningan. Menghasilkan bunyi nada rendah yang bergaung untuk menandai akhir kalimat lagu.

Peraga Virtual Gong Betawi Gong Kecil Gong Besar
Klik / sentuh logam Gong agar mengeluarkan bunyi

Gong
Instrumen gantung terbesar dalam ensembel yang berakar dari kebudayaan Nusantara kuno dan tetap dipertahankan hingga kini. Terbuat dari perunggu tempa berat. Menghasilkan bunyi nada paling rendah dan berwibawa untuk menandai siklus lagu terbesar.

Pemukul Gambang Besi & Kecrek

Pemukul Kecrek

Menggunakan bahan dasar kayu dan tanduk kerbau. Pemukul ini digunakan untuk menghasilkan bunyi pada Kecrek melalui benturan bagian pemukul dengan instrumen.

Pemukul Kempul

Bahan dasarnya kayu, sedangkan bagian kepalanya dilapisi kain tebal untuk menghasilkan pukulan yang lebih sesuai pada permukaan Kempul.

Pemukul Gong

Bahan dasarnya kayu, dengan bagian kepala dilapisi kain/bahan lunak agar pukulan pada permukaan Gong tidak berupa benturan kayu secara langsung.

Peraga Virtual Tehyan Betawi Suara Tehyan
Klik / sentuh alat gesek Tehyan agar mengeluarkan bunyi

Tehyan, Kongahyan dan Sukong
Alat musik gesek dua senar yang dibawa masyarakat Tionghoa ratusan tahun lalu. Terbuat dari kayu jati, batok kelapa, dan senar usus atau nilon. Menghasilkan bunyi nada mendayu khas oriental. Tehyan menghasilkan nada sedang, Kongahyan nada tinggi, dan Sukong menghasilkan nada rendah.

Peraga Virtual Rebana Betawi Rebana Kecil Rebana Besar
Klik / sentuh kulit Rebana agar mengeluarkan bunyi

Rebana
Instrumen pukul satu muka yang masuk melalui pengaruh kebudayaan Islam dan melebur dalam orkes Betawi. Terbuat dari kayu dan kulit kambing. Menghasilkan bunyi nada ketukan kering yang meramaikan ritme dasar lagu dan menjaga tempo bersama gendang dan kecrek.

Tamborin  Betawi Suara Membran
Klik / sentuh kulit Tamborin agar mengeluarkan bunyi

Tamborin
Alat musik pukul berkerincingan logam yang diadopsi dari kebudayaan Barat melalui interaksi kolonial di Batavia. Terbuat dari bingkai kayu / plastik dengan jenset logam. Menghasilkan bunyi nada gemerincing ceria untuk mempermanis ketukan.